Teori Medis Terapi Bekam : Pendapat Para Ahli dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Teori Medis Terapi Bekam : Pendapat Para Ahli dan Manfaatnya untuk Kesehatan

\"\"gambar ilustrasi pratek bekam

Definisi dan Sejarahnya

Bekam menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mengeluarkan (memantik) darah dari badan orang (dengan menelungkupkan mangkuk yang diisi api pada kulit sehingga kulit menjadi bengkak, kemudian digores dengan benda tajam supaya darahnya keluar). Teknik pengobatan alternatif ini sudah dikenal sejak zaman dahulu, yaitu kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir kuno, Saba, dan Persia. Pada zaman dulu, orang orang menggunakan tanduk kerbau atau sapi, tulang unta, gading gajah. Metode pengobatan alternatif ini sudah tidak asing di kalangan masyarakat Indonesia dan bahkan jadi salah satu andalan bagi sebagian besar orang. Namun, bagaimana pendapat dari kalangan ahli ?

 

Pendapat dari Para Ahli

Dilansir dari Youtube, Para Ahli menjelaskan kalau bekam bisa efektif untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Dan pendapat para ahli menjelaskan kalau bekam bisa mempercepat penyembuhan peradangan. Sel darah merah biasanya berganti dalam 120 hari dan sel darah merah yang sudah mati bisa menumpuk. Sewaktu seseorang dibekam darah segar yang keluar yang adalah sel darah merah yang sudah mati dan tidak terpakai akan membuat sirkluasi peredaran darah menjadi lancar. Dengan meningkatnya sirkulasi darah kerja organ akan lebih maksimal karena sewaktu fungsi orang terganggu itu bisa menyebabkan mernurunnya imunitas dan akhirnya jatuh sakit. Lancarnya peredaran darah juga bisa membantu proses oksigenisasi sehingga detoksifikasi menjadi maksimal. Para Ahli juga menegaskan bahwa praktek ini bisa efektif kalo dilakukan dengan benar dan steril. Maka dari itu penting untuk tidak sembarangan memilih tempat praktek.

Baca juga : Mengatasi Saraf Kejepit dengan Terapi Jarum Akupunktur: Solusi Holistik untuk Keharmonisan Tubuh

 

Penyakit apa saja yang bisa diatasi dengan terapi bekam?

  • Nyeri otot di bagian leher, panggul, dan kaki
  • Migrain
  • Tekanan darah tinggi
  • Kelainan darah, seperti hemofilia dan anemia
  • Masalah kesuburan dan gangguan kandungan
  • Penyakit rematik, seperti fibromyalgia dan radang sendi
  • Masalah kulit, seperti jerawat dan eksim
  • Kecemasan dan depresi
  • Varises
  • Herpes zoster
  • Penyumbatan bronkus (saluran pernapasan) yang disebabkan oleh asma atau alergi

Efek samping apa saja yang dirasakan setelah terapi

  • Memar
  • Kelelahan
  • Tegang otot
  • Mual

Namun tidak perlu khawatir karena efek sampai agak segera menghilang dengan sendirinya. Setelah beristirahat pun badan akan terasa ringan. Untuk memar pun akan menghilang dengan sendirinya dalam jangka waktu kurang lebih 1 minggu.

Satu hal yang perlu diperhatikan untuk kalangan tertentu bekam tidak disarankan seperti :

  • Ibu hamil
  • Wanita yang sedang menstruasi
  • Anak anak dibawah 12 tahun
  • Yang sedang mengkonsumi obat pengencer darah
  • Pengidap Leukimia dan Kanker Darah
  • Punya riwayat penyakit kulit seperti Psoriasis dan Eksim

 Baca juga : Inilah Jawaban untuk Stres Anda! Hipnoterapi Solusi Ampuh dan Tanpa Batas!

 

Kesimpulannya :

Bekam bisa jadi salah satu alternatif berobat untuk berbagai penyakit. Umumnya masyarakat Indonesia memanfaatkannya untuk penyakit seperti pegal pegal, sakit kepala atau masuk angin. Anda mungkin tertarik untuk mencoba alternatif yang satu ini. Yang perlu diingat oleh Anda jika ingin mencoba adalah seperti yang ditekankan oleh Para Ahli tadi, karena terapi bekam ini berhubungan dengan darah jangan lupa untuk memastikan kebersihan alat alat yang akan dipakai agar terhindar dari penularan berbagai penyakit seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan yang lainnya. Untuk terapis handal dan terpercaya bisa langsung hubungi Rumah Terapi TCM dan konsultasikan kebutuhan Anda. Beberapa orang sudah membuktikan sendiri khasiatnya sekarang giliran Anda.